Monday, February 14, 2011

perekonomian Indonesia 01

1 April Bersiaplah Hadapi Pembatasan BBM

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan akan menerapkan pembatasan  bahan bakar minyak bersubsidi April depan. Bagi Agus, kesiapan Komisi VII dan pemerintah sangat menunjang terlaksananya pembatasan BBM bersubsidi. “Jika pemerintah dan Komisi VII siap, maka 1 April akan dilaksanakan,” ujar Agus seusai Rapat Kerja dengan Komisi XI Nusantara I, Selasa (8/2/2011).

Agus menjelaskan, kesiapan pemerintah itu akan tecermin dari Pertamina, Badan Pengawas Harian Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), dan Kementerian ESDM. Dia pun melanjutkan, sekitar dua bulan ke depan akan berkonsolidasi dengan Menteri ESDM sebagai regulator, Pertamina sebagai operator, dan BPH Migas sebagai pengawasan. “Dua bulan ini akan dilakukan pertemuan itu, tetapi kami dari Menkeu itu berharap BBM bersubsidi akan terlaksana karena itu sudah direncanakan dalam APBN 2011,” imbuhnya.

Dalam rapat kerja, Menkeu pun menjelaskan ada beberapa langkah yang telah dan akan dilakukan oleh pemerintah dalam pengaturan BBM bersubsidi tahun 2011. Di antaranya, penentuan wilayah berdasarkan ketersediaan pasokan BBM nonsubsidi dan besarnya konsumsi pengguna BBM bersubsidi. Selain itu akan dilakukan juga persiapan infrastruktur BBM nonsubsidi, persiapan pasokan dan distribusi BBM nonsubsidi dan terakhir melakukan pengawasan dan pengamanan distribusi.

Bagi Agus, beberapa langkah tersebut, antara lain, terciptanya pengalokasian subsidi yang adil dan tepat sasaran, menjaga ketahanan energi nasional, dan mengurangi dampak perubahan iklim melalui penghematan penggunaan BBM dari fosil.
Seperti kita ketahui, pembatasan subsidi akan dikenakan pada kendaraan roda empat kecuali kendaraan roda 4 pelat kuning, kendaraan roda dua petani dan nelayan. (Dwi Nur Oktaviani/Kontan)
  
maka dari itu kita harus bijak dalam menggunakan BBM. sebagai contoh sebaiknya kita mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum seperti bus Transjakarta.

sumber:
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/02/09/09012228/1.April.Bersiaplah.Hadapi.Pembatasan.BBM

sebut saja tugas lagi

PLN targetkan Konsumsi BBM 2,5 Juta Kiloliter

Jakarta, PT PLN (PErsero) menargetkan konsumsi bahan bakar minyak pembangkit listrik pada 2013 hanya mencapai 2,5 kiloliter. Direktur Perencanaan dan Teknologi PLN Nasri Sebayang usai rapat dengan komisi VII DPR di Jakarta, kemarin mengatakan< tagrget tersebut turun 4,5 juta kiloliter dibandingkan tingkat konsumsi 2011 yang direncanakan 7 juta kiloliter. "kami targetkan komsumsi BBM hanya tinggal 3 persen dalam bauran energi primer PLN atau tersisa 2,5 juta kiloliter sampai 2013", katanya.

pengurangan konsumsi BBM tersebut bisa dilakukan karena mulai beroprasinya proyek pembangkit listrik berbahan bakar batu bara. menurut dia, pada 2011 terdapat 5800 MW pembangkit batu bara yang akan mulai beroperasi. pembangkit itu berasal dari proyek percepatan pembangunan pembangkit 10.000 MWdan pengembangan listrik swasta (independent power producer/ IPP) "tahun 2012 dan 2013 juga ada PLTU yang beroperasi", katanya.


faktor lainnya, antara lain mulai beroperasinya dua unit penampungan regasifikasi terapung yang terletak di Teluk Jakarta dan Medan, serta masuknya  gas ke PLGTU Tambak Lorok dari Lapangan Kepodang mulai 2012. Nasri menambahkan nilai penghematan yang didapatdari pengurangan BBM sebanyak 4,5 juta kiloliter diperkirakan mencapai Rp 27 triliun. "kalau asumsi harga BBM Rp 6.000 per liter, maka nilai penghematan menjadi Rp 27 triliun", ujarnya. (ant)


sumber: koran Bisnis Jakarta, Kamis 27 Januari 2011

Friday, February 11, 2011

tugas pertama

MASALAH PENGANGGURAN DAN KONDISI KETENAGA KERJAAN DI INDONESIA SERTA LOWONGAN PEKERJAAN YANG TIDAK TERISI

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa banyak sekali masalah yang menyangkut hidup khalayak banyak orang. contoh saja sosial, budaya, pendidikan, politik, dan ekonomi. Masalah terakir merupakan salah satu hal yang sangat mempengaruhi Negara di masa depan, karena permasalahan ekonomi juga dapat mempengaruhi sektor sosial, politik, juga pendidikan.

Dan seiring pertumbuhan perekonomian luar negeri yg terus berkembang juga mempengaruhi perekonomian di dalam negeri ini. Masalah mengenai perekonomian yg terbilang rumit sampai saat ini adalah mengenai pengangguran dan ketenagakerjaan.

Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dalam pembangunan ekonomi di negara ini pengangguran merupakan masalah yang rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam disribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan rendah. Keadaan di negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup menyediakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk. Oleh karenanya masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin serius.

Masalah pengangguran akan menimbulkan dampak yang negatif bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Dampak negatif dari pengangguran adalah kian beragamnya tindakan kriminal, makin banyaknya jumlah anak jalanan, pengemis, pengamen perdagangan anak dan sebagainya sudah menjadi patologi sosial atau kuman penyakit sosial yang menyebar bagaikan virus yang sulit di berantas. Penyakit sosial ini sangat berbahaya dan menghasilkan korban-korban sosial yang tidak bernilai. Menurunnya kualitas sumber daya manusia, tidak di hargainya martabat dan harga diri manusia yang merupakan korban sosial dari penyakit sosial. Oleh karena itu, persoalan pengangguran ini harus secepatnya di pecahkan dan dicari jalan keluarnya.

Namun demikian, perlu disyukuri karena kondisi ketenagakerjaan di Indonesia dalam satu tahun terakhir atau hingga kuartal pertama tahun 2010 menunjukkan adanya sedikit perbaikan. Hal ini digambarkan dengan adanya peningkatan kelompok penduduk yang bekerja serta menurunnya angka pengangguran. Pada kuartal pertama tahun 2010 jumlah angkatan kerja mencapai 116 juta orang naik 2,26 juta orang dibandingkan dengan tahun sebelumnya kuartal yang sama tahun 2009 yang sebesar 113,74 juta orang. Sedangkan penduduk yang bekerja juga terjadi peningkatan, pada kuartal pertama tahun 2010 mencapai 107,41 juta orang naik dari kuartal pertama tahun 2009 sebesar 2,92 juta orang yang sebelumnya 104,49 juta orang. Sementara itu, untuk jumlah pengangguran di Indonesia pada kuartal pertama tahun 2010 mencapai 8,59 juta orang atau 7,41 persen dari total angkatan kerja, mengalami penurunan sekitar 670 ribu orang jika di bandingkan dengan tahun sebelumnya atau kuartal pertama tahun 2009 yang sebesar 8,14 persen.

Naiknya jumlah penduduk yang bekerja pada kuartal pertama tahun 2010 ini terutama di sektor jasa kemasyarakatan yakni sebesar 1,62 juta orang (11,52 %) dan di sektor pertanian sebesar 1,22 juta orang (2,92 %). Sedangkan sektor yang mengalami penurunan yakni sektor konsumsi sebesar 11,70 persen dan sektor transportasi sebesar 4,91 persen. Dengan demikian sektor jasa kemasyarakatan, industri dan perdagangan menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja pada kuartal pertama tahun 2010.Penduduk yang bekerja menurut status pekerjaan.

Secara sederhana kegiatan formal dan informal dari penduduk yang bekerja dapat diidentifikasi berdasarkan status pekerjaan. Dari kategori status pekerjaan utamapekerja formal mencakup kategori berusaha dengan dibantu buruh tetap dan kategori buruh/karyawan, sisanya termasuk pekerja informal. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik pada kuartal pertama tahun 2010 sebanyak 33,74 juta (31,42%) pekerja Indonesia bekerja pada kegiatan/sektor formal ada 73,67 juta orang (68,58%) bekerja pada sektor informal. 

Dari 107,41 orang yang bekerja pada waktu yang sama, status pekerja utama yang terbanyak sebagai buruh/karyawan yakni mencapai 30,72 juta atau sekitar 28,61 persen, kemudian diikuti berusaha dibantu buruh tidak tetap (buru harian/borongan) sebesar 21,92 juta orang atau 20,41 persen dan berusaha sendiri sejumlah 20,46 juta orang atau 19,05% sedangkan sisanya adalah berusaha dibantu buruh tetap.

Penduduk bekerja menurut pendidikan.

Jumlah penduduk yang bekerja menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan untuk semua golongan pendidikan mengalami kenaikan, di mana pada kuartal pertama tahun 2009 pekerja yang bekerja dengan tamatan Universitas sebanyak 4,22 juta orang, untuk kuartal yang sama tahun 2010 meningkat menjadi 4,94 juta orang. Sementara untuk tenaga kerja yang bekerja dengan tamatan Diploma 1/11/ III pada kuartal pertama tahun 2009 sebanyak 2,68 juta orang pada kuartal yang sama tahun 2010 naik menjadi 2,89 juta orang sementara untuk pekerja dengan pendidikan terakhir sekolah menengah kejuruan juga terjadi peningkatan, pada kuartal pertama tahun 2009 sebanyak 7,19 juta orang untuk kuartal yang sama tahun 2010 meningkat menjadi 8,34 juta orang.

Sementara pada waktu yang sama, pekerja pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar ke bawah masih tetap tinggi yakni sekitar 55,31 juta orang, sedangkan jumlah pekerja dengan pendidikan tinggi masih relatif kecil. Pekerja dengan pendidikan diploma sekitar 2,69 persen dan pekerja dengan pendidikan sarjana hanya sebesar 4,60 persen.Pemerintah pada tahun 2010 menargetkan angka pengangguran di Indonesia menjadi 8 persen, untuk memenuhi target tersebut pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5-6 persen dengan pertumbuhan ekonomi tersebut diharapkan bisa menciptakan 2,3 juta lapangan kerja baru. Namun pada waktu yang bersamaan juga akan masuk angkatan kerja baru sekitar 2,1 juta orang.

Dengan target pemerintah pada tahun 2010 angka pengangguran di Indonesia menjadi 8 persen, jika dilihat dari data yang ada di BPS pada kuartal pertama tahun 2010 sudah bisa dikatakan berhasil, sebab menurut data yang ada di mana angka pengangguran hanya sebesar 7,41 persen atau 8,59 juta orang.YanQ menjadi pertanyaan dengan keberhasilan kuartal 1/2010 apakah angka tersebut bisa di pertahankan hingga akhir tahun 2010 !.. , mengingat pada kuartal ketiga merupakan masa-masa lulusan sekolah dan pada waktu yang bersamaan akan menciptakan angkatan kerja baru yang mencapai 2,1 iuta orang.

Oleh karena itu, guna menanggulangi lonjakan angkatan kerja baru serta mengurangi angka pengangguran perlu dilakukan sebuah langkah/cara yang kongkrit. Salah satu cara yang realistis dalam jangka pendek yakni dengan memberdayakan sektor informal, padat karya dan menciptakan jiwa kewirausahaan bagi kaum muda sehingga akan bisa menciptakan pengusaha baru, di samping strategi jangka panjang seperti pemerataan pertumbuhan ekonomi di wilayah melalui kebijakan desentralisasi.

Sektor informal dinilai sangat membantu menyerap orang-orang yang menganggur tetapi kreatif dan menjadi pereda di tengah pasar global. Namun bukan berarti sektor formal di abaikan. Jika ternyata sektor informal ternyata dapat menjawab sebagian dari masalah pengangguran yang di hadapi bangsa ini, maka sudah waktunya sektor informal didukung oleh pemerintah dengan menyiapkan anggaran. Anggaran ini bisa digunakan untuk dijadikan modal pengembangan usaha ekonomis produktif bagi pekerja-pekerja informal serta bisa dijadikan modal untuk merintis usaha baru. ( Mn)

LOWONGAN KERJA 2010 TIDAK TERISI HANYA 32 PERSEN

Rendahnya tingkat pendidikan serta tidak sesuainya keahlian dan keterampilan yang dimiliki pencari kerja dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan menjadi penyebab masih ada 32% lowongan kerja di 2010 yang tidak terisi.
Lowongan kerja yang tersedia saat ini hanya 32% yang tidakterisi oleh para pencari kerja, kata Menteri Ternaga Kerja danTransmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar saat membuka secara resmi Universitas Indonesia Career & Scholarship Expo XI, di Kampus UI, Depok, Kamis (10/2).
Berdasarkan laporan Informasi Pasar Kerja (IPK) yang diterima Kemenakertrans dari provinsi dan kabupaten/kota pada tahun 2010, lowongan kerja terdaftar mencapai 2.381.841 orang, sedangkan penempatan tenaga kerja mencapai 1.620.221 orang. Ini artinya hanyasebanyak 32% saja lowongan kerja yang ada di perusahaan-perusahaan di seluruh Indonesia yang tidak terisi, ujarnya.


Sumber: http://bataviase.co.id/node/295126 
http://www.indonesia.go.id/id/index.php?task=view&option=com_content&id=253&Itemid=757&limit=10&limitstart=10  dengan penambahan seperlunya

hell

dear my lovely blog, you just like piece of shit.

this is emergency, so be nice please. 





-the owner